Telusuri Artefak Kuno di Jogja

Terik panas matahari tak menghalangi kami siang itu untuk menjelajahi jogja lebih dalam lagi, siang itu tujuan kami adalah Candi Ijo dan bukit teletubbies. Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi Ijo juga dikenal sebagai candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta yang menyuguhkan pesona alam dan budaya.

perjalanan menempu candi ijo tak memakan waktu lama kurang lebih 30 menit dari jogja, iya ini emang bukan pertama kalinya aku telusuri artefak-artefak di jogja tapi perjalanannya tak kalah asik dan seru dibanding dengan perjalanan-perjalananku yang lain.  siang itu depan kampus jadi tempat berkumpul kami, seperti biasa kami tunggu menunggu satu sama lain.

“udah didepan kampus de?” tanyaku lewat sms ke catur.

“belum mas, ini baru mau otw ke kampus.”  catur membalas.

“ok, nanti low udah didepan kampus sms iya de” pintaku ke catur lewat sms.

tak lama kemudian terdengar bunyi dari Hp ku  “mas aku  udah didepan kampus” sebuah pesan dari catur. tak lama kemudian aku pun segerah menuju ke depan kampus dan ternyata sudah ada mba nuha& mba muthi.

“hay mba… gimna mau berangkat jam berpapa? tanya ku.

“bentar lagi bal, nunggu fikri sama rini nih” sahut mba muthi.

“emang mereka dimana bal?” tanya mba nuha ke pada ku.

“kayanya lagi jemput mba rini” jawab ku.

“owh gitu, ya udah kita langsung ke tempat rini aja”  kata mba muthi.
“ok” jawab ku.

kami pun langsung menuju ke kost mba rini, belum sampai tempat, kami pun berpapasan di tengah jalan dan saling melambai&menyapa “hay… mab…!!” teriakku. setelah itu kami pun berheti untuk meunggu sebentar, setelah itu kami pun berangkan menuju ke tujuan pertama kami yaitu Candi Ijo. “Candi Ijo we are coming..!!” teriak kami.  kami ngbrol-ngbrol sama boncengan masing-masing, aku sama Catur, mas Fikri sama mba Rini, dan mba Nuha sama mba Muthi. Sesekali kami pun ngbrol satu sama lain sambil menikmati pemandangan yang masih alami dan hijau. tak ku sangka-sangka perjalannan menuju ke Candi Ijo tak semulus yang kami kira, mulai dari jalan yang sempit, berlubang, sampai tanjakan yang tak kalah tajam ketika dulu aku ke Dieng. sempet motor yang aku tunggangi tak kuasa menaiki tanjakan tersebut apa lagi ketika simpangan denga  truk yang menggerung tak kuasa untuk menaklukan tanjakan tersebut. Setelah beberapa saat akhirnya kami pun sampai di Candi Ijo, iya benar saja pemandangan yang disajikan disana serentak melelehkan rasa capek kami. sungguh tak kuasa untuk selalu mengagumi betapa indahnya pemandangan jogja dari bukit Candi Ijo ini.

 sungguh indah pemandangan yang bisa kami lihat dari bukit Candi Ijo ini, hamparan bukit-bukit, sawah-sawah dilanjutkan oleh perumahan dan jalan memanjakan mata kami. “waaah bagus banget” teriak kami berenam sambil senyuk takjup.

Gambar

“ayo… langsung k TKP” ajak mas Fikri

“ayo..!!” teriak kami dengan semangat petuh senyum caria.

sempat kami dpusingkan gara-gara menunggu petugas yang lagi tidak di tempat jaganya, iya … karena ulah nakal kami, kami pun masuk tanpa seijin petugasnya. tiba-tiba ditengah perjananan masuk muncul sesosok bapak-bapak dengan kumis tepal dan topi hitamnya menghampiri kami. “ayo satu orang ikut saya ke pos jaga, kalian satu rombongan kan”  kata bapak-bapak itu.
“owh iya pak, satu apa dua orang pak?” tanya mba Rini.

“satu apa dua boleh, atau  mau semua kesana” sahut bapak-bapak itu sambil senyum dengan logat bercanda sekaligus mencairkan suasana yang lumayan tegang. kami pun ikut ketawa dibuatnya, setelah itu mba Rini dan Mba Nuha ikut sama bapaknya yang ternyata petugas penjaga Candi Ijo tersebut. disamping itu kami sambil bercanda-canda “wah kira-kira bayar berapa nih?” tanyaku.

“paling iya 10.000 bal” jawab mba Muthi. beberapa menit kemudian mba Rini dan mba Nuha pun kembali. “bayar berapa?” tanya kami. “ternyata gratis koq” jawab mba Rini. ” lah terus tadi sursuh ngapain?” tanya mba Muthi “cuma suruh isi daftar pengunjung aja”

“owh” sahut kami dengan terheran-heran. kami kira masuk Candi Ijo bayar ternyata gratis cuma bayar buwat parkir Rp 2000,-

“ayo langsung ke Candi” ajak mas Fikri, “ayoo…!” teriak kami. setelah masuk ternyata kami disambut hamparan rumput hijou yang luas yang dihiasi beberapa bangunan Candi yang di kepalai oleh 1 candi yang seolah-olah mengatur semuanya.

Gambar

seperti biasa jiwa fotografer mas Fikri pun langsung muncul, dia langsung memepersiapkan kameranya untuk hunting foto. tak luput juga mba Muthi djadikan sasaran model oleh mas Fikri untuk bergaya layaknya seorang model, aku dan catur pun ikut jadi model dadakan . ya kami hanya mengikuti instruksi dari mas Fikri, karena terlalu menikmani suwasana kami pun sampe lupa waktu. di menit-menit terakhir sebelum pulang kami pun mulai berfikir untuk foto berenam. untungnya mas Fikri membawa threeport jadi bisa foto-foto bareng. karena terlalu antusias kami pun coba-coba foto selfie  mengunakan threeport , kalo biasanya foto selfie menggunakan tongsis(tongkat narsis) kami malah menggunakan threepost .

Gambar

seperti tak punya malu kami pun asik menikmati foto-foto selfie kami, ketawa tak henti-hentinya keluar dari mulut kami.

GambarGambarGambarGambarGambar

Gambar

setelah puas foto-foto akhirnya kami memutuskan untuk kembali kejogja dan membatalkan niat kami untuk ke bukit teletubbies dikarenakan sangsurya sudah mulai tenggelam di ujung barat.

Gambar

sungguh perjalanan yang menyenangkan dan mengasikkan sembail untuk merefres otak kami yang lagi menjalani Ujuan tenag semster. yah…… aku siap untuk menjelajah lagi…  the adventure is never end.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s